Keajaiban Senibina Kota Petra , Kota Purba Kaum Nabatean

Keajaiban Senibina Kota Petra , Kota Purba Kaum Nabatean


Assaslamualaikum dan salam sejahtera buat semua pembaca blog redzuan-ridz.sudah lama saya tidak kongsikan entri berkaitan sejarah dan peradaban dunia.dan kali ini saya berasa tertarik ingin kongsikan dengan anda semua mengenai entri yang berkaitan dengan sejarah dan peradaban . Pasti diantara anda semua mengenali monumen kota petra yang tergolong dalam satu daripada 7 keajaiban dunia . Entri ini saya taip dan kongsikan hasil dari request dari seorang pembaca blog saya yang ingin mengetahui lebih details mengenai sejarah kota petra dan ketamadunan Kaum Nabatean.

dan jika anda semua masih ingat  dan pernah menonton filem pengembaraan harta karun Indiana Jones kalau tak silap saya lakonan Harrison Ford , lokasi penggambaran filem tersebut telah diadakan di kota yang mengangumkan  ini .

Berjarak sekitar 3-5 jam perjalanan dari Kota Amman, Jordan, terdapat sebuah peninggalan bersejarah. Bahkan, pada 2007 peninggalan ini telah tergolong dalam satu dari tujuh keajaiban dunia. Peninggalan bersejarah yang begitu indah dan menakjubkan itu bernama Kota Petra.


Petra dalam bahasa Yunani bererti batu. Sedangkan, orang Arab menyebutnya al-Bitra. Tapak arkeologi itu terletak di sebuah dataran rendah yang diapit oleh gunung gunung yang membentuk sayap. Sejarah Kota Petra turut tercatat dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari.

Hadis tersebut memang tidak menjelaskan secara langsung dengan nama Kota Petra. Namun, yang disebut adalah bangsa Arab kuno bernama Anbath Asy-Syam. Menurut kitab Al-Qamus al-Islami, Kota Petra yang indah dan menakjubkan merupakan peninggalan Anbath AsySyam, yakni bangsa Arab kuno yang tinggal di antara Semenanjung Sinai dan Harun.


Kota ini sempat menjadi pusat perdagangan para kafilah yang melakukan perjalanan antara Mesir, Jazirah Arab, dan Syam. Pada awal kemunculan Islam, menurut Dr Syauqi Abu Khalil dalam Athlas al-Hadith al-Nabawi, ada beberapa peninggalan bangsa Anbath yang telah bercampur dengan bangsa lain.

"Konon, peradaban bangsa Anbath memiliki jenis tulisan (kaligrafi) yang dinamakan Khath Nabthi," ujar Dr Syauqi. Kota Petra telah hilang dari peradaban manusia selama 500 tahun !!! , tepatnya sejak berakhir nya Perang Salib ( Crusade War ) pada abad ke-12 Masehi.


Kota yang hilang itu baru diketahui peradaban Barat pada 1812. Adalah petualang berbangsa Sweden bernama Johann Ludwig Burckhardt yang telah kembali menemui kota ini . Yang hanya mengetahui mengenai kota ini adalah suku Badwi yang tinggal di sekitar wilayah itu.

Keindahan dan kemegahan Kota Petra dicatatkan  oleh BBC dalam seuntai kalimat, "Ini adalah satu dari 40 tempat yang harus Anda lihat sebelum mati." Betapa tidak, Petra merupakan kota yang unik. Kota itu dibangun dengan cara memahat dinding-dinding batu.


Kota Petra merupakan simbol teknik dan perlindungan. Kota tersebut didirikan dengan menggali dan mengukir cadas setinggi 40 meter. Tidak hairanlah, jika kota itu sangat sukar untuk ditembusi oleh pihak musuh. Petra akhirnya dikenali sebagai kota yang aman dari bencana alam terutamanya ribut pasir.

Kota ini  dikelilingi gunung-gunung. Salah satunya adalah  gunung yang memiliki ketinggian sekitar 1.350 meter dari aras permukaan laut. Gunung tertinggi itu disebut Gunung Harun (Jabal Harun) atau Gunung Hor atau El-Barra.

Banyak yang meyakini di puncak Jabal Harun itulah Nabi Harun a.s meninggal dan dimakamkan oleh Nabi Musa a.s. Rasulullah SAW pun diduga pernah mengunjungi gunung itu bersama  Abu Talib sewaktu berdagang ke Syam (Suriah).


Tradisi Arab meyakini Petra merupakan tempat Nabi Musa (Musa) memukul batu dengan tongkatnya hingga keluarlah air dari batu tersebut. Di kota itu juga terdapat nama tempat Wadi Musa untuk menyebut lembah sempit di wilayah itu.

Pada abad ke-14 Masehi, sebuah masjid dibangun di tempat itu dengan kubah berwarna putih yang dapat dilihat dari berbagai sudut kawasan di sekitar Petra. Konon, Nabi Harun tiba di wilayah itu ketika mendampingi Nabi Musa membawa umatnya keluar dari Mesir dari kejaran Raja Firaun.

Petra didirikan enam tahun sebelum Masehi. Ia merupakan ibu kota kerajaan Nabatean. Adalah yang diketahui berdasarkan catatan sejarah ,  Raja Aretas IV yang telah membangunkan dan membina kota unik dan ajaib ini. Suku Nabatean membangunkan  Kota Petra dengan sistem pengairan yang luar biasa. Peradaban itu memiliki kehebatan  dalam teknologi hidraulik untuk mengangkat air.


Untuk menghidupi penduduknya, di kota itu terdapat terowong dan bilik air untuk menyalurkan air bersih ke kota. Selain itu, mereka juga sangat mahir dalam membuat tangki air bawah tanah untuk mengumpulkan air bersih yang boleh  digunakan sewaktu mereka bepergian jauh. Sehingga, di mana pun mereka berada, mereka boleh  membuat galian untuk saluran air guna memenuhi keperluan air bersih untuk kaum mereka.

Di akhir abad ke-4 SM, perkembangan dunia perdagangan telah membuatkan  suku Nabatean turut berkecimpung dalam perdagangan dunia. Jalan perdagangan dunia mulai tumbuh subur di bahagian selatan Jordan dan selatan Laut Mati. Mereka lalu memanfaatkan posisi tempat tinggal mereka yang strategis itu sebagai salah satu rute perdagangan dunia.

Suku Nabatean akhirnya berjaya menjadi para saudagar yang berjaya dengan perdangan rempah-ratus, dan gading yang antara lain berasal dari kawasan  Arab bahagian selatan dan India bagian timur. Letaknya yang strategis untuk mengembangkan usaha dan hidup, serta aman untuk melindungi diri dari orang asing, membuat suku Nabatean memutuskan menetap di kota batu tersebut.


Untuk mempertahankan kemakmuran yang telah diperolehi, mereka memungut cukai dan memajakkan tanah kepada para pedagang setempat atau dari luar yang masuk ke sana. Suku Nabatean akhirnya berhasil menjadikan Petra sebagai sebuah kota dunia yang terkenal .


Seiring dengan peralihan waktu, Kota Petra akhirnya pernah dihuni puluhan ribu warga hingga akhirnya berkembang menjadi kota perdagangan kerana terletak di jalur distribusi barang antara Eropa dan Timur Tengah. Pada 106 Masehi, Romawi mencaplok Petra sehingga peran jalur perdagangannya melemah.

Sekitar 700 M, sistem hidrolik dan beberapa bangunan utama yang menunjang kehidupan masyarakat di kota itu hancur menjadi puing. Petra pun menghilang dari peta bumi saat itu dan hanya tinggal legenda. Hingga akhirnya ditemukan lagi pada abad ke-19 M


p/s : sumber gambar saya ambil dari website national geographic.sumber bahan tulisan ini diambil dari pelbagai sumber termasuk bacaan saya di dalam buku.



2 ulasan:

  1. ok best jugak dapat tau walaupun ringkas tapi mustajab ubat kesedaran diri betapa dulu lagi dah ada engineering,wassalam.

    BalasPadam
  2. mohon share sikit maklumat2 ye..tq

    BalasPadam

tinggalkan komentar anda jika entri ini bermanfaat dan menarik untuk anda. segala pandangan sangat dihargai